Selasa, 12 November 2013

Ghibah yang Diperbolehkan


Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; hadits

Ghibah (menggunjing) diperbolehkan apabila mencapai tujuan yang dibenarkan oleh syara’, dimana tujuan itu tidak akan tercapai kecuali dengan jalan ghibah. Yakni ada enam:

1. Untuk mengadukan orang yang menganiaya kepada penguasa atau wali hakim. Misalnya orang yang dianiaya itu mengatakan: “Si fulan menganiaya saya dengan demikian.”

2. Minta tolong untuk mengubah (melenyapkan) orang yang berbuat kemungkaran dan mengembalikannya ke jalan yang benar. Misalnya seseorang berkata kepada orang yang diharapkan mampu membantu melenyapkan kemungkaran: “Si fulan berbuat begini.” Dan lain sebagainya, dengan maksud untuk melenyapkan kemungkaran.

3. Minta fatwa (nasehat). Misalnya seseorang berkata kepada mufti (yang memberi nasehat): “Saya diperlakukan begini, oleh bapak saya, saudara saya dan istri saya, atau oleh si fulan; lalu bagamana sebaiknya?”

4. Memberi peringatan atau nasehat kepada kaum muslimin, agar tidak terjerumus ke dalam kejahatan.

5. Dengan terus terang menegur orang yang melakukan kafasikan dengan terus terang seperti menegur orang yang meminum minuman keras, merampas harta orang lain, orang yang menerapkan kebatilan dan lain sebagainya.

6. Memberi penjelasan atau pengertian, misalnya ada seseorang yang lebih dikenal dengan gelar: “Si Buta, Si Tuli, Si Bisu.” Dan lain sebagainya. Dalam hal ini seseorang diperbolehkan menyebutnya dengan gelar tetapi tidak bermaksud mengejek atau menghina, kalau bisa hendaknya dihindari menyebut gelar-gelar semacam itu. Enam hal di atas telah disepakati oleh para ulama berlandaskan hadist-hadits yang shahih berikut ini:

Dari ‘Aisyah ra. bahwasannya ada seseorang minta izin kepada Nabi saw. kemudian beliau bersabda: “Berilah izin orang ini, ia adalah orang yang sangat jahat di tengah-tengah keluarganya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Aku tidak mengira sedikitpun kalau si fulan dan si fulan itu mengetahui tengang agama kami.” (HR Bukhari)

Dari Fathimah binti Qais ra. ia berkata: Saya datang kepada Nabi saw. dan berkata: “Sesungguhny saya telah dilamar oleh Abu Jahm dan Mu’awiyah.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Adapun Mu’awiyah ialah orang yang miskin yang tidak mempunyai harta kekayaan, dan Abu Jahm itu tidak pernah menaruh tongkat dari bahunya (orang yang suka memukul).” (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Muslim dikatakan: “Adapun Abul Jahm ia adalah orang yang suka memukul istri.”

Dari Zaid bin Arqam ra. ia berkata: Ketika kami berada dalam perjalanan bersama Rasulullah saw. tiba-tiba rombongan itu mendapat kesulitan, kemudian Abdullah bin Ubay berkata: “Janganlah kalian membantu orang-orang yang bersama Rasulullah saw. sehingga mereka meninggalkan tempat ini. Seandainya kami telah sampai itu mengusir orang-orang yang rendahan.” Kemudian saya datang kepada Rasulullah saw. dan menyampaikan hal itu, beliau lantas mengutus seseorang untuk memanggil Abdullah bin Ubay tetapi ia tidak mengakui terhadap apa yang telah diperbuatnya dan ia menguatkan pengakuannya itu dengan sumpah, sehingga orang-orang disitu mengatkan: “Zaid telah berdusta kepada Rasulullah saw.” maka betapa sedihnya hatiku di dalam menanggapi apa yang mereka katakan. Akhirnya Allah Ta’ala menurunkan wahyu kepada Nabi-Nya untuk membenarkan saya, yang berbunyi: “Idzaa jaa-akal munaafiquuna… dan seterusnya. Kemudian Nabi saw. memanggil mereka agar mereka mau memohon ampun, tetapi mereka menggelengkan kepala.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Hindun yang istri Abu Sufyan itu berkata kepada Nabi saw.: “Sesungguhnya Abu Sufyan adalah suami yang kikir. Ia tidak pernah memberi belanja yang cukup bagi saya dan anak saya, kecuali apabila saya mengambil tanpa sepengetahuannya.” Beliau bersabda: “Ambillah belanja yang cukup untuk kamu dan anakmu dengan cara yang baik.” (HR Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: "Ada tiga macam orang yang terkena laknat Allah SWT iaitu seorang yang membenci kedua ibu bapanya, seseorang yang berusaha menceraikan sepasang suami isteri, kemudian setelah isteri tersebut dicerai ia menggantikannya sebagai suaminya dan seseorang yang berusaha agar orang-orang mukmin saling membenci dan saling mendengki antara sesamanya dengan hasutan-hasutannya". (Hadis Riwayat Ad Dailami daripada Umar r.a)

Adab Terhadap Orang Sakit dan Jenazah

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; hadits Bukhari-Muslim

Dari al-Barra’ bin Azib ra. ia berkata: Rasulullah saw. memerintahkan kepada kami untuk menjenguk orang sakit, mengiring jenazah, mendoakan orang bersin (yang memuji Allah), menepati sumpah, menolong orang teraniaya, memenuhi undangan dan menyebarluaskan salam.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Hak orang Islam atas orang Islam lain ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantarkan jenazah, memenuhi undangan, mendoakan orang yang bersin (yang memuji Allah).” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Pada hari kiamat, Allah Azza wa Jalla berfirman: “Hai anak Adam (manusia)! Aku sakit tetapi engkau tidak menjenguk-Ku.” Anak Adam menjawab: “Wahai Tuhanku, bagaimana aku meski menjenguk-MU, sedang Engkau adalah Tuhan semesta alam.” Allah berfirman: “Tidakkah kamu tahu bahwa hamba-Ku si Fulan sakit, tetapi kamu tidak mau menjenguknya. Tidakkah kamu tahu bahwa seandainya kamu mau menjenguknya, niscaya kamu menemukan Aku ada di sisinya. Wahai anak Adam, aku minta makan kepadamu tetapi kamu tidak mau memberi makan kepada-Ku.” Anak Adam menjawab: “Wahai Tuhanku, bagaimana aku mesti memberi makan kepada-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?” Allah berfirman: “Apakah kamu tidak tahu bahwa hamba-Ku si fulan minta makan kepadamu tetapi kamu tidak mau memberinya makan. Apakah kamu tidak tahu bahwa seandainya kamu memberinya makan niscaya kamu mendapatkan hal itu tertulis di sisi-Ku. Wahai anak Adam, Aku minta minum kepadamu tetapi kamu tidak mau memberi minum kepada-Ku.” Anak Adam menjawab: “Wahai Tuhanku bagaimana aku mesti memberimu sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam.” Allah berfirman: “Hamba-Ku si fulan minta minum kepadamu sedangkan kamu tidak mau memberinya minum. Sungguh seandainya kamu memberinya minum niscaya kamu akan menemukan hal itu tertulis di sisi-Ku.” (HR Muslim)

Dari Abu Musa ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Kalian tengoklah orang sakit, berilah makan orang yang lapar dan lepaskanlah (tolonglah) orang yang menderita.” (HR Bukhari)

Dari Tsauban ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: Sungguh orang Islam itu apabila ia mengunjungi saudaranya sesama muslim, maka ia tetap berada di kebun surga hingga ia kembali.” Ditanyakan: “Wahai Rasulallah. Apakah khurfatul jannah itu?” Rasulullah saw. bersabda: “Kebun yang sedang berbuah di surga.” (HR Muslim)

Dari Ali ra ia berkata: saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Setiap orang muslim yang menjenguk sesama muslim pada waktu pagi, maka ia akan dimintakan rahmat oleh tujuh puluh ribu malaikat sampai waktu sore. Dan apabila ia menjenguknya pada waktu sore, maka ia akan dimintakan rahmat oleh tujuh puluh ribu malaikat sampai waktu pagi, serta ia mendapat jaminan buah-buahan yang siap dimakan di dalam surga.” (HR Turmudzi)

Dari Anas ra. ia berkata: Ada seorang pemuda Yahudi yang biasa melayani Nabi saw. sakit dan Nabi datang untuk untuk menjenguknya, lantas beliau duduk dekat kepalanya seraya bersabda: “[Masuk] Islam-lah.” Ia melihat ayahnya yang berada di situ juga, kemudian ayahnya berkata: “Patuhilah Abu Qasim.” Maka ia pun masuk Islam. Kemudian Nabi saw. keluar sambil mengucapkan: alhamdu lillaaHil ladzii anqadzaHuu minan naar (segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka.) (HR Bukhari)

Dari Ibu ‘Abbas ra. bahwasannya Ali bin Abi Thalib ra. keluar dari rumah Rasulullah saw. pada waktu beliau sakit menjelang meninggal, kemudian para shahabat bertanya: “Wahai Abul Hasan, bagaimana keadaan Rasulullah saw. pagi ini?” Ali menjawab: “Alhamdulillah, pagi ini agak baik.” (HR Bukhari)

Sunnah Berjabat Tangan


Riyadhush shalihin; Imam nawawi; al-Qur’an-Hadits

Dari Abul Khaththab (Qatadah) ia berkata: “Saya bertanya kepada Anas: “Apakah para shahabat saw. itu biasa berjabat tangan?” ia menjawab: “Ya.” (HR Bukhari)

Dari Anas ra. ia berkata: Ketika orang-orang dari negeri Yaman datang, maka Rasulullah saw. bersabda: “Kini telah datang penduduk kota Yaman dan mereka itulah orang yang pertama kali datang dengan berjabat tangan.” (HR Abu Dawud)

Dari Al-Barra’ ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:”Dua orang Islam yang bertemu kemudian mereka berjabat tangan maka dosa kedua orang itu diampuni sebelum keduanya berpisah.” (HR Abu Dawud)

Dari Anas ra. ia berkata: ada seorang bertanya kepada Rasulullah: “Wahai Rasulallah, apabila seorang di antara kami bertemu dengan saudara atau kawannya apakah ia harus membungkukkan diri?” Beliau menjawab: “Tidak.” Ia bertanya: “Apakah ia harus mendekap dan menciumnya?” Beliau menjawab: “Tidak.” Ia bertanya lagi: “Apakah ia harus memegang tangannya dan menjwabatnya?” Beliau menjawab: “Ya.” (HR Turmudzi)

Dari Saffan bin ‘Assal ra, ia menceritakan bahwa ada seorang Yahudi berkata kepada kawannya: “Marilah kita pergi menemui Nabi.” Maka keduanya datang kepada Rasulullah saw. dan menanyakan tentang sembilan ayat. Setelah dijawab oleh Nabi saw. kemudian mereka mencium tangan dan kaki Rasulullah saw. seraya berkata: “Kami bersaksi sesungguhnya engkau adalah seorang Nabi.” (HR Turmudzi)

Dari Ibnu Umar ra. ia menceritakan sebuah kisah yang di dalamnya terdapat kalimat: “Kemudian kami mendekat Nabi saw. dan mencium tangan beliau.” (HR Abu Dawud)

Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: “Zaid dan Haritsah datang ke Madinah dan Rasulullah saw. sedang berada dirumahku, kemudian ia datang dan mengetuk pintu, lantas Nabi saw. bangkit dan menarik kainnya, serta memeluk dan menciumnya.” (HR Turmudzi)

Dari Abu Dzar ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda kepada saya: “Janganlah kamu sekali-sekali meremehkan kebaikan, walaupun hanya dengan bermuka manis apabila kamu berjumpa dengan saudaramu.” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: “Nabi saw. mencium al-Hasan bin Ali ra. kemudian al-Aqra bin Habis berkata: “Sesungguhnya saya mempunyai sepuluh anak, tetapi saya tidak pernah mencium seorangpun dari mereka.” Maka Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa tidak mengasihi maka tidak akan dikasihi.” (HR Bukhari dan Muslim)

Tanda Allah Mencintai Hamba-Nya


Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; hadits-hadits
Allah berfirman: “Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali Imraan: 31)

“Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui.” (al-Maa’idah: 54)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda, bahwa Allah Ta’ala berfirman: “Siapa saja yang memusuhi kekasih-Ku, maka Aku menyatakan perang kepadanya. Sesuatu yang paling Aku sukai dari yang dikerjakan hamba-Ku untuk mendekatkan diri kepada-Ku, yaitu apabila ia mengerjakan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Seseorang itu senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan amalan-amalan sunnah, sehingga aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, maka Aku merupakan pendengaran yang ia pergunakan untuk mendengar, Aku merupakan penglihatan yang ia pergunakan untuk melihat, Aku merupakan tangan yang ia pergunakan untuk menyerang dan Aku merupakan kaki yang ia pergunakan untuk berjalan. Seandainya ia memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya, seandainya ia berlindung diri kepada-Ku, niscaya Aku melindunginya.” (HR Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah memanggil Jibril seraya berfirman: ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala mencintai Fulan, maka cintailah ia.’ Kemudian Jibril mencintai oran itu dan berkata kepada penghuni langit: ‘Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia.’ Penghuni langit pun akhirnya mencintai orang itu. Setelah itu kecintaannya diteruskan kepada penghuni bumi.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim yang lain dikatakan: Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya apabila Allah Ta’ala mencintai seseorang hamba, maka Allah memanggil Jibril dan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah ia.’ Kemudian Jibril mencintai orang itu. Setelah itu Jibril berkata kepada penghuni langit: ‘Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia.’ Penghuni langit pun mencintai orang itu. Setelah itu kecintaannya diteruskan kepada penghuni bumi. Dan apabila Allah membenci seseorang, maka Allah memanggil Jibril dan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah ia.’ Kemudian Jibril membenci orang itu. Setelah itu Jibril berkata kepada penghuni langit: ‘Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah ia.” Kemudian kebencian itu diteruskan kepada penghuni bumi.”

Dari Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. mengutus seseorang untuk mengimami shalat pada suatu pasukan. Dalam shalatnya, ia selalu menutup bacaannya dengan ucapan: qul HuwallaaHu ahad (surat al-Ikhlash). Ketika pulang mereka menceritakan hal yang demikian itu kepada Rasulullah saw. Beliau bersabda: “Tanyakan kepadanya, mengapa ia berbuat demikian.” Merekapun menanyakannya dan orang itu menjawab: “Karena ayat ini mengandung sifat Dzat yang Maha Pemurah, maka saya senang membacanya.” Setelah disampaikan kepada Rasulullah saw. beliau bersabda: “Beritahukan kepadanya, bahwa Allah Ta’ala mencintainya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sabtu, 09 November 2013

Zuhud (1)


Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; hadits Bukhari-Muslim

Allah berfirman: “Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.” (Yunus: 24)

“dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, Maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu. harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (al-Kahfi: 45-46)

“ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (al-Hadid: 20)

“dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali Imraan: 14)

“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.” (Luqman: 33)

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,” (at-Takaatsur: 1-5)

“dan Tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. dan Sesungguhnya akhirat Itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (al-Ankabut: 64)

Dari Amr bin ‘Auf al-Anshariy ra. ia berkata: Rasulullah saw. mengutus Abu ‘Ubaidah al-Jarrah ra. ke Bahrain, guna mengambil upeti (pajak). Sekembalinya dari Bahrain, ia membawa harta yang cukup banyak. Para shahabat Anshar mendengar kedatangan Abu ‘Ubaidah. Mereka shalat shubuh bersama-sama Rasulullah saw. ketika selesai shalat Rasulullah saw. menoleh dan para shahabat menatap beliau. Kemudian Rasulullah saw. tersenyum ketika melihat mereka, seraya bersabda: “Aku kira kalian sudah mendengar, bahwa Abu ‘Ubaidah telah datang dari Bahrain dengan membawa harta yang banyak.” Mereka berkata: “Benar wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Sambutlah berita gembira itu dan berharaplah semoga Allah memudahkan apa yang kamu inginkan. Demi Allah, tidaklah kemiskinan yang aku khawatirkan atas kamu, tetapi aku khawatir kalau-kalau kekayaan dunia ini dihamparkan, sebagaimana yang pernah dihamparkan atas orang-orang sebelum kalian, lalu akan berlomba-lomba pada kekayaan, sebagaimana mereka dan kemudian kekayaan itu akan membinasakan kalian, sebagaimana mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Sa’id al-Khudriy ra. ia berkata: Rasulullah saw. duduk di atas mimbar dan kami duduk di sekitarnya, kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan terhadap kalian sepeninggalanku, adalah terbukanya kemewahan dan keindahan dunia.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Sa’id al-Khudriy ra. Ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya dunia ini indah dan mempesonakan, dan sesungguhnya Allah Ta’ala menyerahkannya kepada kalian. Kemudin Allah akan melihat bagaimana kalian berbuat atas dunia ini. Maka berhati-hatilah dalam urusan dunia dan berhati-hatilah juga terhadap wanita.” (HR Muslim)

Dari Anas ra. Ia berkata: Nabi saw. bersabda: “Ya Allah, sebenarnya tidak ada kehidupan yang sesungguhnya kecuali kehidupan akhirat.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Rasulullah saw. beliau bersabda: “Ada tiga hal yang mengikuti kepergian jenazah, yaitu keluarga, harta dan amalnya. Dua diantaranya akan kembali, hanya satu yang tetap menyertainya. Keluarga dan hartanya akan kembali, sedangkan yang tetap adalah amalnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Anas ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Pada hari kiamat dihadirkan orang yang paling senang sewaktu di dunia. Ia termasuk calon penghuni neraka. kemudian ia dimasukkan sebentar ke dalam neraka, dan ditanya: “Wahai anak Adam, apakah kamu merasakan kesenangan, dan apakah kamu pernah merasakan kenikmatan?” ia menjawab: “Demi Allah tidak ada, wahai Tuhanku.” Lalu didatangkan juga orang yang paling menderita sewaktu hidup di dunia. Ia termasuk penghuni surga, kemudian ia dimasukkan sebentar ke dalam surga dan ditanya: “Wahai anak Adam, apakah kamu merasakan adanya kesedihan, dan apakah kamu pernah merasakan penderitaan?” ia menjawab: “Demi Allah, saya tidak pernah merasakan adanya penderitaan sedikitpun, juga tidak merasakan adanya kesedihan.” (HR Muslim)
(bersambung ke bagian 2)

Zuhud (2)


Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; hadits Bukhari-Muslim

Dari al-Mustaurid Syaddad ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Perbandingan antara dunia dengan akhirat, seperti seseorang di antara kalian yang memasukkan jari-jarinya ke dalam lautan, maka perhatikanlah apa yang dapat ia peroleh?” (HR Muslim)

Dari Jabir ra. ia berkata: Rasulullah saw. berjalan-jalan di pasar dikelilingi para shahabat, kemudian beliau melewati bangkai seekor anak kambing yang telinganya kecil dan beliau mengangkat telinganya, seraya bertanya: “Siapakah di antara kalian yang suka membeli bangkai ini dengan harga satu dirham?” mereka menjawab: “Maka semua itu tidak ada yang menyukainya, buat apa bangkai itu?” Beliau bertanya lagi: “Apakah kalian suka apabila bangkai ini diberikan kepada kalian?” Mereka menjawab: “Demi Allah andaikan binatang ini masih hidup, itu pun cacat apalagi ia sudah menjadi bangkai.” Beliau lalu bersabda: “Demi Allah, dunia itu lebih hina dalam pandangan Allah, melebihi hinanya bangkai ini menurut pandangan kalian.” (HR Muslim)

Dari Abu Dzar ra. ia berkata: Saya berjalan bersama-sama Nabi saw. melewati suatu perkampungan di Madinah, sampai di bukit Uhud, beliau bersabda: “Wahai Abu Dzar.” Saya menjawab: “Ya, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Sungguh aku tidak suka andaikan aku punya emas sebesar bukit Uhud ini aku miliki sampai tiga hari dan masih tersisa di tempatku satu dinar, kecuali sesuatu yang aku persiapkan untuk membayar hutang. Aku baru senang jika mempunyai emas sebesar bukit Uhud, lalu aku bagi-bagikan kepada sesama hamba Allah, sedangkan yang ini untuk tetangga sebelah kanan, yang itu untuk tetangga sebelah kiri, dan yang lain untuk tetangga di belakang.” Kemudian beliau melanjutkan perjalanan dan bersabda: “Sesungguhnya orang yang hartanya banyak adalah orang yang paling sedikit pahalanya di hari kiamat kecuali orang yang berkata: “Ini untuk tetangga sebelah kanan, yang itu untuk tetangga sebelah kiri, dan yang lain untuk tetangga di belakang.” Tetapi sangat sedikit orang yang demikian itu.” Kemudian beliau berpesan kepada saya: “Di sini sajalah kamu dan jangan pergi kemana-mana sampai aku datang kembali.” Beliau meninggalkan saya dalam gelapnya malam, sehingga tidak terlihat lagi. Tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras, sehingga aku khawatir jika ada seseorang yang mengganggu Nabi saw. maka saya berniat untuk mencari suara itu, tetapi saya teringat pesan beliau: “Janganlah kamu pergi sampai aku kembali.” Oleh karena itu saya tidak jadi pergi sampai beliau datang, dan saya berkata: “Wahai Rasulallah, tadi aku dengar suara yang membuat aku khawatir terhadap dirimu.” Kemudian kuceritakan kekhawatiran itu kepada Nabi. Beliau bertanya: “Kamu tadi mendengar suara itu?” Saya menjawab: “Ya.” Beliau bersabda: “Itu adalah suara Jibril, ia datang kepadaku dan berkata: “Siapa saja dari umatmu yang meninggal dunia sedangkan ia tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatupun maka ia masuk surga.” Saya bertanya: “Walaupun ia berbuat zina dan mencuri?” Beliau menjawab: “Walaupun ia berbuat zina dan mencuri.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah saw. beliau bersabda: “Andaikan aku mempunyai emas sebesar bukit Uhud, aku pasti lebih senang kalau emas itu tidak menginap di tempatku sampai tiga malam dan masih tersisa di tempatku, kecuali sesuatu yang aku persiapkan untuk membayar hutang.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Perhatikanlah orang yang berada di bawahmu dan jangan kamu memperhatikan orang yang berada di atasmu, karena yang demikian itu lebih pantas, agar kamu semua tidak menganggap remeh nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepadamu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah pakaian dan celakalah hamba perut. Apabila telah terpenuhi ia merasa senang dan apabila tidak terpenuhi ia merasa tidak senang.” (HR Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Sungguh saya melihat tujuh puluh ahli suffah. Tidak seorangpun di antara mereka yang memiliki kain selimut, hanya sarung atau kain panjang yang biasa diikatkan pada leher mereka. Di antara mereka ada yang mempunyai kain sekedar bisa untuk menutupi sampai kedua betisnya, dan ada pula yang sekedar untuk menutup sampai kedua mata kakinya, sehingga ia menarik-narik dengan tangannya, khawatir kalau auratnya terbuka.” (HR Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Dunia ini adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR Muslim)

Dari Ibnu Umar ra. ia berkata: Rasulullah saw. memegang kedua bahuku, seraya bersabda: “Kamu berada di dunia ini, bagaikan orang asing atau orang yang merantau.” Ibnu Umar ra. berkata: “Apabila kamu berada di waktu sore, maka jangan menunggu waktu pagi. Dan apabila kamu berada di pagi hari, maka janganlah menunggu waktu sore. Gunakan waktu sehatmu untuk menghadapi waktu sakitmu, dan gunakanlah waktu hidupmu untuk menghadapi matimu.” (HR Bukhari)

Dari Abul Abbas Sahl bin Sa’ad as-Sa’idiy ra. ia berkata: Ada seseorang mendatangi Nabi saw. dan bertanya: “Wahai Rasulallah, tunjukkanlah kepada saya suatu amalan, apabila saya mengerjakannya, maka saya akan dicintai Allah dan dicintai manusia.” Beliau menjawab: “Janganlah kamu rakus terhadap dunia, niscaya Allah akan mencintaimu dan janganlah kamu rakus terhadap hak orang lain, niscaya orang-orang akan mencintaimu.” (HR Ibnu Majah)

Dari An-Nu’man bin Basyir ra. ia berkata: “Ketika Umar bin al-Khaththab melihat bahwa orang-orang sangat mementingkan urusan dunia, ia berkata: “Sungguh saya melihat Rasulullah saw. kadang-kadang sehari penuh tidak mendapatkan makanan walaupun hanya kurma yang paling buruk untuk mengisi perutnya.” (HR Muslim)

Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: “Pada waktu Rasulullah saw. wafat, di rumah saya tidak ada sesuatu yang bisa dimakan, kecuali sedikit tepung gandum yang terletak di atas rak, itupun sisa dari yang telah saya makan, sehingga setelah lama saya takar-takar, maka habislah tepung itu.” (HR Bukhari dan Muslim)
(bersambung ke bagian 3)

Zuhud (3)


Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; hadits Bukhari-Muslim

Dari Amr bin al-Harits, saudara Juwairiyah binti al-Harits (Ummul Mukminin) ra. ia berkata: “Ketika Rasulullah saw. wafat, beliau tidak meninggalkan dirham, dinar, budak laki-laki maupun budak perempuan dan tidak pula meninggalkan apapun, kecuali keledai putih yang biasa beliau kendarai, serta pedang dan sebidang tanah yang disedekahkan untuk ibnu sabil.” (HR Bukhari)

Dari Khabbab bin al-Aratt ra. ia berkata: Kami hijrah bersama Rasulullah saw. hanya mengharap ridla Allah Ta’ala, maka pahala kami tetap terjamin oleh-Nya. Tetapi banyak di antara kami yang meninggal dunia sebelum menikmati hasil perjuangannya sedikitpun, di antaranya Mush’ab bin ‘Umair ra. yang terbunuh pada perang Uhud. Ia hanya meninggalkan sebuah kain wol yang sangat kasar. Apabila kami menutup kepalanya dengan kain itu, maka terbukalah kedua kakinya. Dan apabila kami menutup kedua kakinya, maka terbukalah kepalanya. Kemudian Rasulullah saw. menyuruh kami untuk menutup kepala dan kakinya ditutup dengan rumput. Dan di antara kami ada yang sempat memetik hasil perjuangannya dan ia dapat menikmatinya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Ingatlah, sesungguhnya dunia ini terkutuk. Apapun yang ada di dalamnya terkutuk, kecuali mengingat Allah Ta’ala (dzikir) dan yang semisalnya, serta orang alim dan orang yang mempelajari.” (HR Tirmidzi)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian menumpuk-numpuk harta, karena akan mengakibatkan kalian sangat mencintai dunia.” (HR Tirmidzi)

Dari Abdullah bin Amr al-‘Ash ra. ia berkata: “Pada waktu Rasulullah saw. berjalan-jalan dan melewati kami, dan kami sedang memperbaiki rumah, kemudian beliau bertanya: “Apakah yang sedang kamu kerjakan?” Kami menjawab: “Kami sedang memperbaiki rumah yang hampir roboh ini.” Beliau bersabda: “Saya kira ajal kita akan lebih cepat dari itu.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Dari Ka’ab bin ‘Iyadh ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya masing-masing umat itu mempunyai cobaan, dan cobaan umatku adalah harta kekayaan.” (HR Tirmidzi)

Dari Abu Amr (Abu Abdullah, atau Abu Laila Utsman bin Affan) ra. ia berkata: Nabi saw. bersabda: “Anak Adam tidak mempunyai hak kecuali sebagai berikut: rumah untuk tempat tinggal, pakaian untuk menutup auratnya, serta roti kering dan air.” (HR Tirmidzi)

Dari Abdullah bin asy-Syikhkhir ra. ia berkata: Saya mendatangi Rasulullah saw. sedangkan beliau sedang membaca: alHaakumut takaatsur. Kemudian beliau bersabda: “Anak Adam itu akan berkata: ‘Ini adalah harta bendaku, ini adalah harta bendaku.’ Wahai anak Adam, tidak ada harta kekayaan yang kamu miliki, kecuali apa yang kamu makan kemudian habis, atau apa yang kamu pakai kemudian rusak, atau apa yang kamu sedekahkan kemudian menjadi simpanan bagimu.” (HR Muslim)

Dari Abdullah bin Mughaffal ra. ia berkata: Ada seseorang berkata kepada Nabi saw.: “Wahai Rasulullah, demi Allah saya mencintai engkau.” Beliau bersabda: “Pikirkan benar-benar apa yang kamu katakan itu.” Ia berkata: “Demi Allah, sungguh saya mencintai engkau.” Ia mengulanginya tiga kali. Kemudian beliau bersabda: “Apabila kamu mencintaiku, bersiap-siaplah menghadapi kemiskinan dengan mengencangkan pinggang. Sesungguhnya kemiskinan itu lebih cepat datangnya, bagi orang yang mencintaiku melebihi cepatnya banjir yang mengalir ke jurang.” (HR Tirmidzi)

Dari Ka’ab bin Malik ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Rakusnya seseorang atas harta dan kedudukan terhadap agamanya, lebih berbahaya daripada rakusnya dua serigala lapar yang dilepas di padang gembala.” (HR Turmudzi)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra. ia berkata: Rasulullah saw. tidur di atas tikar. Ketika beliau bangun, tampak bekas tikar itu di pinggangnya. Kemudian kami mengajukan usul: “Wahai Rasulallah, bagaimana jika kami ambilkan kasur untukmu?” Beliau bersabda: “Apalah artinya dunia ini buat diriku. Sedangkan aku di dunia ini bagaikan orang yang bepergian dan berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya.” (HR Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Orang-orang miskin akan masuk surga lima ratus tahun lebih dahulu daripada orang-orang kaya.” (HR Tirmidzi)

Dari Ibnu ‘Abbas dan Imran bin Hushain ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Aku menengok ke surga dan aku melihat, penghuninya kebanyakan orang miskin, kemudian aku menengok ke neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah perempuan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Usamah bin Zaid ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Aku berdiri di pintu surga, dan orang yang memasukinya kebanyakan orang-orang miskin. Sedangkan orang-orang kaya masih ditahan, hanya saja mereka yang termasuk penghuni neraka, telah diperintahkan untuk masuk neraka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Kalimat paling benar yang diucapkan oleh penyair, adalah kalimat (yang diucapkan) Labid, yang berbunyi: “Alaa kullu syai-in maa khalallaaHa baathilun [ingatlah, apa saja yang selain Allah adalah binasa].” (HR Bukhari dan Muslim).