Kamis, 17 Oktober 2013

Keutamaan Berbuat Baik Kepada Budaknya

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; al-Qur’an – hadits

Allah berfirman: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang terdekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu.” (an-Nisaa’: 36)

Dari al-Ma’rur bin Suwaid berkata: Saya melihat Abu Dzar ra memakai suatu perhiasan yang sama dengan perhiasan yang dipakai oleh pelayannya, maka saya menanyakan hal itu kepadanya, kemudian ia menceritakan bahwa pada masa Rasulullah saw. ia pernah memakai seseorang kemudian orang itu mencela ibunya. Kemudian Nabi saw. bersabda: “Sungguh, kamu ini orang yang bermulut jahiliyyah. Mereka [budak-budak itu] adalah teman-teman dan hamba sahaya kalian, yang dijadikan Allah berada di bawah kekuasaan kalian. Barangsiapa yang saudaranya berada di bawah kekuasaannya, maka hendaklah ia memberi makan saudaranya [budak]nya itu dengan apa yang dia makan, dan memberi pakaian dengan apa yang dipakai. Janganlah kalian membebani mereka dengan apa yang mengalahkan kalian [tidak sanggup mengerjakannya]. Jika kalian memberi tugas mereka, maka bantulah mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian dibawakan makanan oleh pelayannya, maka jika ia tidak mengajak duduk pelayan itu bersamanya [untuk makan bersama], hendaklah ia memberikan kepada pelayan itu sesuap atau dua suap atau sepotong dua potong makanan. Karena pelayan itulah yang menyajikannya.” (HR Bukhari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar