Kamis, 17 Oktober 2013

Keutamaan dan Anjuran Berdzikir (1)

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; al-Qur’an – Hadits

Firman Allah: “Dan sesungguhnya mengingat Allah itulah yang paling besar.” (al-Ankabut: 45)

Firman Allah: “Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat [pula] kepadamu.” (al-Baqarah: 152)

Firman Allah: “Dan sebutlah [nama] Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (al-A’raaf: 205)

Firman Allah: “Dan sebutlah [nama] Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (al-Anfaal: 45)

Firman Allah:
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (al-Ahzab: 35)

Firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah [dengan menyebut nama] Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (al-Ahzab: 41-42)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Dua kalimat yang ringan pada lisan, berat pada timbangan amal, disukai Allah Yang Maha Pengasih, yaitu: SubhaanallaaHi wa bihamdiH, subhaanallaaHil ‘adhiim [Maha Suci Allah dengan memuji kepada-Nya; Maha Suci Allah Yang Maha Agung].” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh, jika aku mengucapkan: SubhaanallaaHi walhamdulillaaHi wa laa ilaaHa illallaaHu allaaHu akbar [Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar] itu lebih aku sukai, daripada apa yang disinari matahari [duni].” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mengucapkan: laa ilaaHa illallaaH wahdaHu laa syariikalaHu, laHul mulku walaHul hamdu wa Huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir (Tidak ada Tuhan selain Allah Zat Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala sesuatu) dalam sehari seratus kali, maka baginya [pahalanya] sama dengan memerdekakan sepuluh budak dan dituliskan untuknya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan dan ucapan itu merupakan penjagaan baginya dari gangguan syaitan pada hari tersebut sampai petang. Serta tidak seorangpun datang dengan membawa yang lebih utama dari apa yang ia bawa [kelak di hari kiamat], kecuali seseorang yang beramal lebih banyak daripada itu.” Dan beliau juga bersabda: “Barangsiapa mengucapkan: subhaanallaaHi wa bihamdiH dalam sehari seratus kali, maka turunlah kesalahan-kesalahannya, meskipun kesalahan-kesalahannya itu sebanyak buih di laut.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Ayyub al-Anshariy ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Barangsiapa mengucapkan: laa ilaaHa illallaaHu wahdaHu laa syariikalaHu, laHul mulku walaHul hamdu wa Huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir sepuluh kali, maka ia bagaikan orang yang memerdekakan empat jiwa dari keturunan Ismail.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Dzar ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda kepada saya: “Maukah kamu aku beritahu kalimat yang paling disukai Allah? Sesungguhnya kalimat yang paling disukai oleh Allah adalah: subhaanallaaHi wa bihamdiHi.” (HR Muslim)

Dari Abu Malik al-Asy’ariy ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Bersuci adalah sebagian dari iman, AlhamdulillaH memenuhi amal, dan subhaanallaaH wal hamdulillaaH memenuhi apa yang ada di antara langit dan bumi.” (HR Muslim)

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash ra. ia berkata: ada seorang Badui yang datang kepda Rasulullah saw. dan berkata: “Ajarkanlah kepada saya suatu kalimat yang harus saya baca.” Beliau bersabda: “Bacalah: laa ilaaHa illallaaH wahdaHu laa syariikalaH, AllaaHu akbar kabiiran walhamdulillaaHi katsiiran wa subhaanallaaHi rabbil ‘aalamiin wa laa haula wa laa quwwata illaa billaaHil ‘aziizil hakiim (Tiada tuhan selain Allah Dzat yang Mahaesa , tiada sekutu bagi-Nya. Allah Mahabesar, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyaknya. Maha suci Allah Rabb semesta alam, dan tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Dzat Yang Maha Mulia dan Mahabijaksana)” Orang Badui itu berkata: “Semua itu adalah untuk Tuhanku, kemudian mana yang untuk kepentingan saya?” Beliau bersabda: “Ucapkanlah: allaaHumaghfirlii warhamnii waHdinii warzuqnii (Ya Allah, ampunilah dosaku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rizky)” (HR Muslim)

Dari Tasuban ra. ia berkata: Adalah Rasulullah saw. apabila selesai dari shalatnya, beliau beristighfar kepada Allah tiga kali dan mengucapkan: allaaHumma antas salaam wa minkas salaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam (Ya Allah, Engkau adalah Dzat Yang Maha Sejahtera dan dari Engkaulah kesejahteraan. Engkaulah yang senantiasa memberi berkah wahai Dzat Yang Maha Agung dan Mahamulia).” Ditanyakan kepada al-Auza’iy [ia adalah salah seorang dari perawi hadits ini]: “Bagaimanakah istighfar itu?” Jawabnya: “AstaghfirullaaH, astaghfirullaaH (saya mohon ampun kepada Allah, saya mohon ampun kepada Allah).” (HR Muslim)

Dari Al-Mughirah bin Syu’bah ra. bahwasannya Rasulullah saw. setiap selesai shalat dan mengucapkan salam, beliau membaca: “Laa ilaaHa illallaaHu wahdaHu laa syariikalaH laHul mulku wa laHul hamdu wa Huwa ‘alaa kulli syai-ing qadiir, allaaHumma laa maani-‘a lima a’thaita, wa laa mu’thiya lima mana’ta wa laa yanfa-‘u dzal jaddi minkal jaddu (Tiada Tuhan selain Allah Dzat Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kekuasaan dan pujian; Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tiada yang dapat menghalangi terhadap apa yang Engkau berikan, tiada yang dapat memberikan apa yang Engkau halangi, dan tidak berarti apa-apa kekayaan bagi orang kaya karena semua berasal dari-Mu.)” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abdullah bin Zubair ra. bahwasannya apabila ia selesai shalat, sehabis mengucapkan salam ia senantiasa mengucapkan: “Laa ilaaHa illallaaHu wahdaHu laa syariikalaH laHul mulku wa laHul hamdu wa Huwa ‘alaa kulli syai-ing qadiir, walaa haula walaa quwwata illaa billaaH. Laa ilaaHa illallaaH wa laa na’budu illaa iyyaaH laHu ni’matu walaHul fadl-lu wa laHuts tsanaa-ul hasan, laa ilaaHa illallaaH, mukhlishiina laHud diina wa lau kariHal kaafiruun (Tiada tuhan selain Allah Dzat yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kekuasaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali hanya kepada-Nya. Bagi-Nya segala nikmat dan keutamaan dan segala puji yang baik. Tiada Tuhan selain Allah, dengan ikhlas menganut agama karena-Nya walaupun orang-orang kafir membencinya). Ibnu Zubair berkata: “Rasulullah saw. membaca bacaan tersebut setiap selesai shalat.” (HR Muslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar