Kamis, 17 Oktober 2013

Keutamaan Lailatul Qadar

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; al-Qur’an – hadits

Firman Allah: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.” (al-Qadr: 1-5)

Firman Allah: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya [al-Qur’an] pada suatu malam yang diberkahi.” (ad-Dukhaan: 13)

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Barangsiapa beribadah pada malam Qadar dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Ibnu Umar ra. bahwasannya beberapa shahabat Nabi saw. memimpikan Lailatul Qadar pada tujuh malam yang terakhir [dalam bulan Ramadlan], kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Aku perhatikan impianmu itu benar-benar tepat pada tujuh malam terakhir, maka barangsiapa ingin mencari Lailatul Qadar, maka hendaklah ia bersungguh-sungguh pada tujuh malam yang terakhir.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. selalu ber-i’tikaf pada sepuluh malam yang terakhir dari bulan Ramadlan, serta bersabda: “Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam yang terakhir dari bulan Ramadlan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam yang terakhir dari bulan Ramadlan.” (HR Bukhari)

Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. apabila telah masuk pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadlan, beliau selalu beribadah pada waktu malam serta membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh ibadah dan mengikatkan sarungnya [tidak bersetubuh dengan istrinya].” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah pada bulan Ramadlan, tidak seperti pada bulan-bulan yang lain, dan pada malam sepuluh terakhir bulan Ramadlan beliau semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah tidak seperti pada malam-malam yang lain.” (HR Muslim)

Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Saya bertanya: “Wahai Rasulallah, bagaimana pendapatmu seandainya saya mengetahui malam itu adalah malam Qadar, apakah yang harus saya baca pada malam tersebut?” Beliau bersabda: “Bacalah: AllaaHumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii [Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pengampun, maka ampunilah saya].” (HR Turmudzi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar