Allah berfirman: “Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Rabb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (al-Israa’: 79)
Allah berfirman: “Lambung mereka jauh dari tempat tidur..[maksudnya mereka tidak tidur di waktu manusia tidur, melainkan mengerjakan shalat malam]”) (as-Sajdah: 16)
Allah berfirman: “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.” (adz-Dzaariyaat: 17)
Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Nabi saw. berdiri shalat malam, hingga pecah-pecah kedua telapak kaki beliau. Saya bertanya kepada beliau: “Untuk apa engkau berbuat ini, wahai Rasulallah, sedangkan engkau telah benar-benar diampuni dosa-dosamu yang telah lewat dan yang akan datang?” Rasulullah bersabda: “Tak bolehkah aku menjadi hamba yang banyak bersyukur?” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari al-Mughirah, seperti hadits di atas, yang juga diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Dari al-Mughirah, seperti hadits di atas, yang juga diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Dari Ali ra. bahwasannya pada suatu malam ketika ia tidur bersama Fatimah, tiba-tiba Nabi saw. mengetuk pintu seraya bersabda: “Kenapa kalian tidak mengerjakan shalat?” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Salim bin Abdullah bin Umar bin Kaththab ra. dari ayahnya dari Nabi saw. bersabda: “Sebaik-baik orang adalah Abdullah, seandainya ia suka mengerjakan shalat malam.” Salim berkata: “Maka sesudah itu Abdullah hanya tidur sebentar pada waktu malam.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Abdullah, janganlah kamu seperti si fulan dimana dia bangun pada waktu malam, tetapi tidak mau mengerjakan shalat sunnah pada waktu malam.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Ibnu Mas’ud ra. ia berkata: Pernah di hadapan Nabi saw. diceritakan tentang seseorang yang tidur pada waktu malam sampai pagi [tidak bangun pada waktu malam], kemudian beliau bersabda: “Itu adalah orang yang kedua telinganya dikencingi oleh setan.” Atau beliau bersabda: “Di telinganya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Setan mengikat tengkuk kepala salah seorang di antara kalian sewaktu tidur dengan tiga ikatan. Pada masing-masing ikatan setan itu berkata: “Tidurlah lagi, malam masih panjang.” Apabila orang itu bangun kemudian dzikir kepada Allah Ta’ala maka lepaslah satu ikatan. Apabila ia berwudlu, maka lepaslah satu ikatan lagi, dan apabila ia shalat, maka lepaslah semua ikatan itu. Sehingga pada waktu pagi ia akan tangkas dan tenang jiwanya, sedang kalau tidak, maka ia akan lesu dan malas.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abdullah bin Salam ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda: “Wahai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam, berikanlah makanan, dan shalatlah kalian pada waktu malam sewaktu manusia sedang tidur, niscaya kamu sekalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR Turmudzi)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Puasa yang paling utama selain puasa Ramadlan adalah puasa pada bulan Muharram dan shalat yang paling utama sesudah shalat fardlu adalah shalat malam [tahajjud].” (HR Muslim)
Dari Ibnu Umar ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda: “Shalat malam itu dua rakaat. Apabila kamu khawatir kedahuluan Shubuh maka berwitirlah dengan satu rakaat.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Ibnu Umar ra. ia berkata: “Adalah Nabi saw. melakukan shalat malam dua rakaat dan shalat witir dengan satu rakaat.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Anas ra. ia berkata: Rasulullah saw. sering berbuka [tidak puasa] dalam satu bulan, sehingga kami menyangka beliau tidak pernah puasa dalam bulan itu, dan beliau sering berpuasa sehingga kami menyangka bahwa beliau tidak pernah berbuka sedikitpun dalam bulan itu. Demikian pula apabila kamu melihat beliau shalat pada waktu malam, niscaya kamu dapat melihatnya, dan apabila kamu ingin melihat beliau tidur niscaya kamu dapat melihatnya.” (HR Bukhari)
Dari ‘Aisyah ra. bahwasannya Rasulullah saw. biasa shalat sebelas rakaat pada waktu malam, dimana dalam setiap kali beliau sujud, lamanya kira-kira sama dengan seorang membaca lima puluh ayat, dan itu beliau belum mengangkat kepala. Beliau shalat dua rakaat sebelum shalat shubuh, kemudian beliau berbaring pada pinggang kanannya, sehingga muadzin mengumandangkan iqamata untuk shalat Shubuh.” (HR Bukhari)
Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. tidak pernah shalat malam lebih dari sebelas rakaat baik itu pada bulan Ramadlan maupun pada bulan lainnya, dimana beliau shalat empat rakaat yang cukup lama dan sempurna, kemudian beliau shalat empat rakaat yang sama lama dan sempurna khusuknya. Kemudian beliau shalat tiga rakaat. Saya bertanya: “Wahai Rasulallah, apakah engkau tidak tidur sebelum shalat Witir?” Beliau menjawab: “Wahai ‘Aisyah sesungguhnya kedua mataku terpejam, tetapi hatiku tidak tidur.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari ‘Aisyah ra. bahwasannya Nabi saw. biasa tidur pada permulaan malam dan bangun pada akhir malam, kemudian mengerjakan shalat. (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Ibnu Mas’ud ra. ia berkata: Pada suatu malam saya shalat bersama-sama dengan Nabi saw. dan beliau lama sekali berdiri sehingga timbul niat yang tidak baik dalam diri saya. Ada seseorang yang menanyakan: “Niat apakah itu?” Ia menjawab: “Saya bermaksud ingin duduk dan meninggalkan shalat bersama beliau.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Hudzaifah ra. ia berkata: Pada suatu malam saya shalat dengan Nabi saw. Setelah membaca al-Fatihah, beliau membaca surah al-Baqarah, dalam hati saya berkata: “Mungkin beliau akan rukuk setelah mendapat seratus ayat.” Setelah seratus ayat, beliau melanjutkan bacaannya, maka dalam hati saya berkata: “Mungkin beliau akan mengkhatamkan [menghabiskan] surah al-Baqarah dalam satu rakaat.” Selesai membaca al-Baqarah, dalam hati saya berkata: “Sekarang mungkin beliau akan melakukan rukuk.” Tetapi beliau mulai membaca surah an-Nisaa’ dan dibacanya sampai selesai, kemudian beliau membaca Ali Imraan dengan sangat hati-hati dan jelas. Apabila beliau membaca ayat yang di dalamnya ada perintah tasbih, maka beliau membaca tasbih. Apabila beliau membaca ayat yang di dalamnya ada perintah untuk memohon, maka beliau memohon. Apabila beliau membaca ayat yang di dalamnya ada perintah untuk berlindung diri, maka beliau berlindung diri. Kemudian beliau rukuk dengan membaca: “Subhaana rabbiyal ‘adhiim” lamanya rukuk hampir sama dengan lamanya berdiri, kemudian beliau membaca: “Sami-‘allaaHu liman hamidaH, rabbanaa lakal hamdu.” Kemudian belau berdiri yang lamanya hampir sama dengan lamanya rukuk, kemudian sujud dan membaca “Subhaana rabbiyal a’laa.” Lamanya sujud hampir sama dengan lamanya berdiri.” (HR Muslim)
Dari Jabir ra. ia berkata: Rasulullah saw. pernah ditanya: “Manakah yang paling utama di dalam shalat?” Beliau menjawab: “Lamanya berdiri.” (HR Muslim)
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Shalat yang paling disenangi oleh Allah adalah cara shalatnya Nabi Dawud, dan puasa yang paling disenangi oleh Allah adalah puasa Nabi Dawud, dimana beliau tidur setengah malam dan bangun pada sepertiganya serta tidur seperenam malam, dan beliau puasa sehari dan berbuka sehari.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Jabir ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya pada waktu malam terdapat satu saat, apabila seorang muslim memohon kebaikan kepada Allah Ta’ala baik berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat, niscaya Allah mengabulkan permohonannya. Dan saat yang demikian itu ada pada setiap malam.” (HR Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian mengerjakan shalat pada waktu malam hendaklah ia memulainya dengan dua rakaat yang ringan.” (HR Muslim)
Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Apabila Rasulullah saw. mengerjakan shalat pada waktu malam, beliau memulainya dengan dua rakaat yang ringan,” (HR Muslim)
Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: “Apabila Rasulullah saw. tidak dapat mengerjakan shalat pada waktu malam karena sakit atau karena sesuatu yang lain, maka beliau mengerjakan sebelas rakaat pada waktu siang.” (HR Muslim)
Dari Umar bin Khaththab ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa tertidur tidak mengerjakan kebiasaannya atau melaksanakanya antara shalat Shubuh dan shalat Dhuhur, maka dicatatkan baginya seolah-olah ia membaca atau melaksanakannya pada waktu malam.” (HR Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Allah sangat mengasihi laki-laki yang bangun pada waktu malam, kemudian mengerjakan shalat dan mau membangunkan istrinya. Apabila istrinya enggan bangun, maka ia menyiramkan air pada muka istrinya itu. Allah sangat mengasihi seorang perempuan yang bangun pada waktu malam, kemudian mengerjakan shalat dan mau membangunkan suaminyanya. Apabila suaminya enggan bangun, maka ia menyiramkan air pada muka suaminya itu.” (HR Abu Dawud)
Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id ra. mereka berkata: Rasulullah saw. bersabada: “Apabila seorang laki-laki membangunkan istrinya pada waktu malam, kemudian keduanya shalat dua rakaat, maka masing-masing dicatat dalam golongan orang-orang yang selalu dzikir kepada Allah Ta’ala.” (HR Abu Dawud)
Dari ‘Aisyah ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian mengantuk dalam melaksanakan shalat, maka hendaklah ia tidur sehingga rasa kantuknya hilang. Sebab, jika shalat sambil mengantuk, bisa jadi ia bermaksud memohon ampun tetapi malah mengutuk dirinya sendiri.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian mengerjakan shalat pada waktu malam, kemudian ia membaca al-Qur’an melalui lisannya, tetapi ia tidak mengetahui apa yang sedang dibacanya maka hendaklah ia tidur.” (HR Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar