Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; hadits; Bukhari-Muslim
Dari Abdullah bin Yazid ra. bahwasannya ia melihat Rasulullah saw. terlentang di masjid dengan meletakkan salah satu dari kedua kakinya pada kaki yang lain.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Jabir bin Samurah ra. ia berkata: “Apabila Nabi saw. telah selesai shalat shubuh, maka beliau duduk bersila dengan baiknya sampai matahari terbit.” (HR Abu Dawud)
Dari Ibnu Samurah ra. ia berkata: “Saya melihat Rasulullah saw. berada di halaman Ka’bah sedang duduk mendekapkan lutut dengan kedua tangannya begini.” Ia menggambarkan cara duduk itu dengan kedua tangannya. (HR Bukhari)
Dari Ibnu Umar ra. Ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah sekali-sekali salah seorang di antara kamu sekalian membangkitkan seseorang dari tempat duduknya, kemudian ia duduk pada tempatnya itu, tetapi hendaklah kamu sekalian memperluas untuk member tempat.” Dan bagi Ibnu Umar, apabila ada seseorang bangkit dari tempat duduknya dan Ibnu Umar dipersilakan duduk di tempat itu, maka ia tidak mau duduk di tempat itu. (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang dari kamu sekalian bangkit dari tempat duduknya kemudian ia kembali lagi, maka ia adalah orang yang paling berhak untuk menempati tempat itu.” (HR Muslim)
Dari Jabir bin Samurah ra. Ia berkata: “Apabila kami datang kepada Nabi saw. maka salah seorang di antara kami duduk dimana ia sampai.” (HR Abu Dawud dan Turmudzi)
Dari Abdullah (Salman) al-Farisiy ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada seorangpun yang mandi pada hari Jum’at, kemudian bersuci dengan sempurna dan memakai minyak atau memakai harum-haruman yang ada di rumahnya, kemudian pergi ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang yang sudah duduk lebih dulu, kemudian shalat sebagaiamana yang telah ditentukan, serta memperhatikan imam yang sedang berkhutbah, melainkan diampuni dosa-dosanya yang diperbuat antara hari itu sampai Jum’aat berikutnya.” (HR Bukhari)
Dari Amr bin Sya’aib dari ayahnya dari kakeknya bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Seseorang tidak diperbolehkan memisahkan antara dua orang (yang sudah duduk lebih dulu) kecuali dengan izin keduanya.” (HR Abu Dawud dan Turmudzi)
Dalam riwayat Abu Dawud: “Tidak boleh seorang duduk di antara dua orang, kecuali dengan izin keduanya.”
Dari Hudzaifah bin al-Yaman ra. bahwasannya Rasulullah saw. mengutuk orang yang duduk di tengah-tengah lingkaran majelis. (HR Abu Dawud)
Dari Abu Mijlaz, bahwasannya ada seseorang duduk di tengah-tengah lingkaran majelis, kemudiian Hudzaifah berkata: “Allah mengutuk orang yang duduk di tengah-tengah lingkaran majelis melalui lisan Muhammad saw.” (HR Turmudzi)
Dari Abu Sa’id al-Khudriy ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sebaik-baik majelis adalah majelis yang lapang.” (HR Abu Dawud)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang duduk dalam suatu majelis dan ia banyak bercakap-cakap, kemudian sebelum bangkit untuk meninggalkan majelis itu ia membaca: subhaanakallaaHumma wa bihamdika asy-Hadu allaa IlaaHa illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika (Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Engkau, saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu) melainkan diampuni dosa yang diperbuatnya selama ia duduk di dalam majelis itu.” (HR Turmudzi)
Dari Abu Barzah ra. ia berkata: Apabila Rasulullah saw. hendak bangkit untuk meninggalkan suatu majelis, maka ucapan yang paling akhir diucapkannya adalah: subhaanakallaaHumma wa bihamdika asy-Hadu allaa IlaaHa illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika (Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Engkau, saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu).
Maka ada seseorang berkata: “Wahai Rasulallah, sesungguhnya Engkau mengucapkan suatu ucapan yang tidak biasa engkau baca pada waktu-waktu sebelumnya.” Beliau bersabda: “Ucapan itu sebagai kaffarat (pelebur) atas dosa yang diperbuat selama dalam majelis.” (HR Abu Dawud, dan diriwayatkan juga oleh al-Hakim Abu Abdullah dari ‘Aisyah ra.)
Dari Ibnu Umar ra. ia berkata: “Jarang sekali Rasulullah saw. bangkit dari suatu majelis sebelum membaca doa-doa ini: allaaHummaqsim lanaa min khasy-yatika maa tahuulu biHi bainanaa wa baina ma’shiyatika wa min thaa-‘atika maa tuballighunaa biHi jannataka wa minal yaqiini maa tuHawwinu biHi ‘alainaa mashaa-ibad dun-yaa. allaaHuma matti’naa bi asmaa’inaa wa abshaarinaa wa quwwatinaa maa ahyaitanaa waj’alHul waritsa minnaa waj’al tsa’ranaa ‘alaa man dhalamanaa wanshurnaa ‘alaa man ‘aadaanaa wa laa taj’al mushiibatanaa fii diininaa wa laa taj’alid dud-yaa akbara Hamminaa wa laa mablagha ‘ilminaa wa laa tusallith ‘alainaa man laa yarhamunaa
(Ya Allah, bagikanlah kepada kami dari rasa takut kepada-Mu yaitu rasa yang dapat menghalangi kami dari berbuat maksiat kepada-Mu. Dan bagikanlah rasa takut kepada-Mu, yaitu rasa yang dapat menghantarkan kami ke dalam surga-Mu, serta bagikanlah kami rasa yakin, yaitu raya yang dapat meringankan cobaan dunia yang menimpa kami. Ya Allah puaskanlah kami dengan pendengaran, penglihatan dan kekuatan kami selama Engkau masih memberi hidup kepada kami, dan jadikanlah semua itu mewarisi kami [jangan sampai semua itu ditinggalkan sebelum kami meninggal].
Balaslah orang yang berbuat aniaya kepada kami, tolonglah kami dalam menghadapi musuh-musuh kami. Janganlah Engkau menimpakan cobaan dalam agama kami, dan jangan pula Engkau jadikan dunia itu sebagai tujuan utama kami atau sebagai puncak pengetahuan kami; serta janganlah Engkau jadikan orang yang tidak mempunyai rasa belas kasih terhadap kami menjadi pemimpin kami)” (HR Turmudzi)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Suatu kaum yang bangkit dari suatu majelis dimana mereka tidak berdzikir kepada Allah Ta’ala ketika duduk, maka mereka bangkit bagaikan keledai. Mereka mendapat kerugian yang besar sekali.” (HR Abu Dawud)
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Suatu kaum yang duduk di suatu majelis dimana mereka tidak berdzikir kepada Allah Ta’ala dan tidak pula membaca salawat Nabi mereka maka mereka sungguh mendapatkan kerugian, (tergantung Allah) apakah Ia akan menyiksa mereka atau mengampuni mereka.” (HR Turmudzi)
Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah saw. beliau bersabda: “Barangsiapa yang duduk dalam suatu tempat duduk kemudian ia tidak berdzikir kepada Allah Ta’ala, maka ia akan mendapatkan kerugian di hadapan Allah. Dan barangsiapa yang berbaring kemudian ia tidak berdzikir kepada Allah Ta’ala, maka ia juga mendapat kerugian di hadapan Allah.” (HR Abu Dawud).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar