Kamis, 17 Oktober 2013

Hadits Tentang Dajjal

Dari Nawwas bin Sa’man ia berkata: Suatu pagi Rasulullah saw. bercerita tentang Dajjal. Terkadang beliau memelankan suaranya dan terkadang mengeraskannya, sehingga kami menyangka Dajjal itu ada di kebun kurma. Ketika kami mendatanginya beliau mengetahui keadaan kami, maka beliau bertanya: “Ada apa kalian?” Kami menjawab: “Wahai Rasulallah, engkau bercerita tentang Dajjal, terkadang engkau memelankan suara dan terkadang mengeraskannya, sehingga kami menyangka Dajjal ada di kebun kurma.”
Beliau bersabda: “Ketakutan kepada selain Dajjal adalah yang paling aku khawatirkan terhadap dirimu. Kalau dia dan aku masih ada di antara kalian, akulah yang berdebat dengannya untuk melindungimu. Tetapi jika dia keluar dan aku tidak berada di antara kalian, maka setiap orang berdebat untuk menolong dirinya sendiri, dan Allah adalah penggantiku untuk setiap orang Muslim. Dia (Dajjal) adalah seorang pemuda berambut keriting, matanya menyembul keluar, menurutku seperti Abdul Uzza bin Qathan. Oleh karena itu siapapun di antara kalian yang bertemu dengannya, hendaknya membacakan permulaan surah al-Kahfi. Sesungguhnya ia keluar dari jalan antara Syam dan Irak kemudian merusak kanan kirinya. Wahai hamba-hamba Allah, tabahlah!”
Kami berkata: “Wahai Rasulallah, berapa lamakah dia berdiam di bumi?” Beliau bersabda: “Empat puluh hari, yang sehari seperti setahun, sehari lagi seperti sebulan, sehari lagi seperti seminggu, dan sisa-sia harinya seperti hari-harimu.” Kami berkata: “Wahai Rasulallah, hari yang seperti setahun tadi, cukupkah bagi kami satu hari saja pada hari itu?” Beliau menjawab: “Tidak. Jadi buatlah perkiraan untuk waktu shalat.” Kami bertanya: “Wahai Rasulallah, bagaimana kecepatannya di bumi?” Beliau menjawab: “Seperti hujan yang ditiup angin. Maka ia mendatangi suatu kaum lalu mengajak mereka, maka mereka beriman kepadanya dan mau menjawab ajakannya. Setelah itu ia memerintahkan langit agar menurunkan hujan, memerintahkan bumi (agar menumbuhkan tumbuh-tumbuhan), maka bumi pun menumbuhkan tumbuh- tumbuhan. Pada sore hari gembalaan mereka pulang dengan punuk yang panjang, lambung yang berisi susu yang menggelayut. Kemudian pergi ke lain kaum mengajak mereka kemudian kaum itu menolaknya, maka Dajjal meninggalkan mereka. Keesokan harinya mereka mengalami paceklik, tiada satu harta pun yang ada pada mereka. Kemudian Dajjal melewati reruntuhan tersebut: “Keluarkan harta simpananmu.” Maka simpanan tadi mengikutinya bagaikan gerombolan lebah. Setelah itu ia memanggil seorang pemuda lalu dipotongnya dengan pedang menjadi dua bagian dan dilemparkan sejauh sasaran, lantas dipanggilnya kembali, maka pemuda itu menghadap sambil tertawa dan wajahnya bersinar.
Ketika ia dalam keadaan demikian, mendadak Allah mengutus al-Masih putra Maryam. Beliau turun di menara putih, sebelah timur Damaskus dengan mengenakan pakaian yang dicelup za’faran, dan meletakkan telapak tangannya pada sayap dua malaikat. Apabila beliau menundukkan kepala, airpun menetes, dan jika mengangkat kepala meluncurlah air tadi seperti mutiara. Orang kafir mencium nafas beliau pasti mati, sedang nafas beliau dapat mencapai sejauh pandang mata beliau. Kemudian beliau mencari Dajjal dan menemukannya di Babu Ludd (daerah dekat Baitul Muqaddas) lalu membunuhnya.
Setelah itu beliau didatangi oleh kaum yang dijaga oleh Allah dari kejahatan Dajjal, beliau mengusap wajah mereka dan mengucapkan derajat mereka di surga.
Ketika beliau dalam keadaan demikian, tiba-tiba Allah memberikan wahyu: “Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku, tiada seorang pun yang mampu membunuhnya, maka jaga dan kumpulkanlah hamba-hamba-Ku di gunung Thur.” Kemudian Allah membangkitkan Ya’juj dan Ma’juj dengan cepat turun dari tempat-tempat yang tinggi. Ketika terdengar dari mereka melewati danau Thabarriyah, mereka minum apa yang ada di situ. Dan tatkala barisan yang terakhir lewat, mereka berkata: “Sungguh tempat ini pernah ada air.” Dan Nabiyullah Isa dan shahabat-shahabatnya dikepung, sehingga kepala seekor lembu bagi mereka lebih baik daripada seratus dinar.
Kemudian Nabiyullah Isa dan shahabat-shahabatnya berdoa kepada Allah, maka Allah mengirim ulat ke tengkuk mereka (Ya’juj dan Ma’juj), sehingga mereka semua mati seperti matinya satu jiwa. Setelah itu Nabiyullah Isa dan shahabat-shahabatnya turun ke bumi. Mereka tidak menemukan sejengkal tanahpun di bumi kecuali dipenuhi bangkai Ya’juj dan Ma’juj yang berbau busuk. Maka Nabiyullah Isa dan shahabat-shahabatnya berdoa kepada Allah, maka Allah mengirimkan burung sebesar leher unta yang kemudian membawa mereka (Ya’juj dan Ma’juj) dan melemparkannya di tempat yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah mengirimkan hujan yang membanjiri rumah dari tanah maupun dari bulu, maka hujan tadi mencuci bumi sampai bersih sebersih kaca, lalu dikatakan kepada bumi: “Tumbuhkanlah buah-buahanmu dan kembalikanlah berkahmu.”
Maka pada hari itu serombongan orang memakan buah delima dan berteduh dengan kelopaknya, juga diberkahi air susu seekor unta yang cukup untuk serombongan orang, air susu sapi cukup untuk satu keluarga.
Ketika mereka dalam keadaan demikian, Allah mengirimkan angin yang harum yang bertiup di bawah ketiak mereka, lalu mencabut nyawa setiap orang Mukmin dan Muslim, dan yang tersisa adalah orang-orang yang jahat yang melakukan persetubuhan seperti keledai (bersetubuh di depan umum tanpa rasa malu), maka pada masa itulah kiamat terjadi.” (HR Muslim)
Dari Rabi’iy bin Hirats berkata: Saya pergi bersama Abu Mas’ud al-Anshariy ke tempat Hudzaifah bin Yaman ra. kemudian Abu Mas’ud berkata: “Ceritakanlah kepadaku berita tentang Dajjal yang kamu dengar dari Rasulullah saw.” Hudzaifah berkata: “Sesungguhnya Dajjal itu akan keluar dengan membawa air dan api. Adapun yang terlihat air oleh manusia, itu sebenarnya adalah api yang membakar. Sedangkan yang terlihat api oleh manusia, itu sebenarnya adalah air yang dingin dan segar. Barangsiapa di antara kalian bertemu dengan Dajjal, hendaklah ia menjatuhkan pilihannya pada api, karena sesungguhnya itu adalah air yang segar dan baik.” Kemudian Abu Mas’ud berkata: “Saya pun telah mendengar berita yang seperti itu.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Dajjal akan keluar kepada umatku dan akan berdiam selama empat puluh. Saya tidak tahu apakah empat puluh hari, empat puluh bulan atau empat puluh tahun. Kemudian Allah mengutus Isa bin Maryam seakan-akan ia Urwah bin Mas’ud. Maka ia mencari Dajjal dan membinasakannya. Setelah itu manusia tinggal di bumi selama tujuh tahun, tiada permusuhan di antara dua orang. Kemudian Allah mengirim angin yang dingin ke arah Syam, maka tiada seorang pun yang di hatinya ada sebiji sawi kebaikan atau iman yang tinggal di bumi melainkan pasti mati, sehingga andai salah seorang di antara kalian masuk ke dalam perut gunung, angin tadi akan tetap masuk ke dalam perut gunung, angin tadi akan tetap masuk dan mencabut nyawanya.”
Saya mendengar pula Rasulullah saw., beliau bersabda: “Maka tinggallah manusia-manusia jahat (yang hidup) dalam kesigapan burung dan berakal binatang buas, mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran. Maka setan menjelma (sebagai manusia) di hadapan mereka lalu bertanya: “Tidakkah kalian mau memerintahkan mereka agar menyembah berhala, sedang pada waktu itu rizky mereka berlimpah dan kehidupan mereka terjamin.
Kemudian ditiupkan sangkakala, maka tiada seorangpun yang mendengarnya melainkan mendengarkannya dengan sungguh-sungguh. Orang yang mendengarnya pertama kali adalah orang yang sedang memperbaiki sawahnya, lalu mati dan manusiapun mati semua. Setelah itu Allah menurunkan hujan yang seperti air susu, lalu tumbuhlah jasad-jasad manusia. Kemudian sangkakala ditiup lagi maka mereka berdiri dan menunggu.
Setelah itu diserukan: “Hai manusia, kemarilah menghadap Tuhanmu! Suruh mereka berdiri, karena mereka akan ditanya.” Lalu diserukan pula: “Keluarkan rombongan yang ke neraka.” maka ditanyakan: “Berapa?” Dijawab: “Dari setiap seribu, dikeluarkan sembilan ratus sembilan puluh sembilan ke neraka dan satu untuk ke surga.” Hari itulah yang menjadikan anak-anak beruban dan hari betis disingkapkan.” (HR Muslim)
Dari Anas ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada satu daerahpun yang tidak dimasuki oleh Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah, tiada satu jalan bukit pun di Madinah melainkan di sana ada malaikat yang berjajar menjaganya, maka Dajjal berhenti di tanah yang lembab kemudian Madinah digoncang gempa tiga kali, semua orang kafir dan munafik keluar dari sana menuju tempat Dajjal. (HR Muslim)
Dari Anas bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Orang Yahudi Isbahan sebanyak tujuh puluh ribu lengkap dengan pakaian seragamnya akan selalu mengikuti Dajjal.” (HR Muslim)
Dari Ummu Syarik ra. bahwasannya ia mendengar Nabi saw. bersabda: “Sungguh, manusia akan berlari ke gunung-gunung menghindari Dajjal.” (HR Muslim)
Dari Imran bin Hushain ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tiada suatu makhluk pun sejak diciptakannya Nabi Adam sampai hari kiamat yang besarnya melebihi Dajjal.” (HR Muslim)
Dari Abu Sa’id al-Khudriyj ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Waktu Dajjal keluar, ada seorang Mukmin yang menuju ke arahnya. Ia disambut oleh pengawal-pengawal Dajjal yang bersenjata pedang. Mereka bertanya: “Kamu mau kemana?” Ia menjawab: “Saya akan menemui orang yang keluar ini.” Mereka bertanya lagi: “Apa kamu beriman kepada tuhan kami?” Ia menjawab: “Tiada kesamaran sedikitpun pada Tuhan kami.” Mereka berkata: “Bunuh saja dia!” sebagian berkata: “Bukankah tuhan telah melarang kalian membunuh seorangpun selain dari perintahnya?” Maka mereka membawanya ke Dajjal. Ketika orang mukmin itu melihatnya, ia berkata: “Hai manusia, ini adalah Dajjal yang telah diceritakan Rasulullah saw.” Maka Dajjal memerintahkan agar lelaki itu dibelenggu, katanya: “Tangkap dan pecahkan kepalanya!” Akhirnya kepala dan punggungnya dipukuli. Setelah itu Dajjal bertanya: “Apakah kamu beriman kepadaku?” ia berkata: “Kamu adalah al-Masih yang pendusta.” Maka diperintahkan agar ia digergaji dari tengah kepalanya (dibelah) sehingga kedua belah kakinya terpisahkan, lalu Dajjal berjalan di antara kedua belah tubuh itu lantas berkata: “Berdirilah!” orang itu berdiri tegak lalu Dajjal bertanya: “Apakah kamu beriman kepadaku?” Ia menjawab: “Aku hanya bertambah yakin mengenal dirimu.” Kemudian orang Mukmin itu berkata lagi: “Hai manusia, sesungguhnya ia tidak dapat berbuat lagi terhadap seorangpun sesudah aku.” Maka Dajjal menangkapnya untuk disembelih, ia meletakkan tembaga di batang tenggorokan orang tadi, tetapi ia tidak mampu menyembelihnya, maka Dajjal memegang kedua tangan dan kakinya lantas melemparkannya ke neraka, padahal ia dilemparkan ke surga.”
Setelah itu Rasulullah saw. bersabda lagi: “Ini adalah manusia yang paling hebat kesaksiannya di sisi Tuhan semesta alam.” (HR Muslim)
Bukhari juga meriwayatkan sebagian hadits ini dengan pengertian maksud yang sama.
Dari Al-Mughirah bin Syu’bah ra. ia berkata: Tiada seorang pun yang menanyakan kepada Nabi saw. tentang Dajjal lebih banyak dari apa yang aku tanyakan. Beliau bersabda: “ Apa persoalanmu?” Saya berkata: “Mereka berkata bahwa ia mempunyai gunung roti dan sungai air.” Beliau bersabda: “Dia lebih rendah bagi Allah daripada hal itu.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Anas ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Tiada satu Nabi pun melainkan sudah memperingatkan kaumnya terhadap pendusta yang buta sebelah. Ingat, sesungguhnya dia (Dajjal) itu buta sebelah, sedangkan Tuhanmu Yang Maha Mulia lagi Maha Agung tidak buta sebelah, dan di antara kedua matanya (Dajjal) tertulis kaaf fa’ ra’.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Maukah aku jelaskan kepada kalian suatu berita tentang Dajjal yang belum pernah dijelaskan oleh Nabi kepada umatnya. Sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah, dan sesungguhnya ia akan muncul dengan membawa semacam surga dan neraka. sesuatu yang dikatakan surga oleh Dajjal itu sebenarnya adalah neraka.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Ibnu Umar ra. bahwa di hadapan orang banyak Rasulullah saw. pernah bercerita tentang Dajjal, sabdanya: “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak buta sebelah. Ingat, Dajjal itu buta matanya yang kanan, dan matanya seperti buah anggur yang menyembul.” (HR Bukhari dan Muslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar