Kamis, 17 Oktober 2013

Hadits Tentang Kisah

Dari Abu Musa al-Asy’ariy ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda: “Akan datang kepada manusia suatu zaman dimana seseorang berkeliling mengendarakan sedekah yang berupa emas, tetapi tidak seorangpun yang bersedia menerimanya. Dan akan kelihatan seorang laki-laki diikuti oleh empat puluh perempuan yang ingin berlindung kepadanya, karena sedikitnya laki-laki dan banyaknya orang perempuan.” (HR Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. Nabi saw. beliau bersabda: “Ada seseorang membeli sebidang tanah kepada orang lain. Kemudian orang yang membeli sebidang tanah itu menemukan sebuah bejana yang berisi emas di kawasan tanah yang dibelinya itu. Maka orang yang membeli tanah itu berkata kepada orang yang menjualnya: “Ambillah emasmu karena sesungguhnya saya hanya membeli tanah kepadamu dan tidak membeli emas.”
Orang yang menjual tanah menjawab: “Saya menjual tanah dan semua apa yang terkandung di dalamnya kepadamu.” Kemudian mereka membawa permasalahannya itu kepada seorang hakim, maka orang yang mengadili itu bertanya: “Apakah masing-masing dari kalian mempunyai anak?” Salah seorang di antara keduanya berkata: “Saya mempunyai anak laki-laki.” Dan yang seorang lagi berkata: “Saya mempunyai anak perempuan.” Kemudian si hakim berkata: “Nikahkan saja anak laki-laki itu dengan anak perempuan, serta berikan emas itu agar dapat dimanfaatkan oleh mereka.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Ada dua orang perempuan yang masing-masing mempunyai anak, kemudian datanglah seekor serigala dengan membawa salah seorang anak itu, lantas salah seorang di antara perempuan itu berkata kepada yang lain: ‘Serigala itu membawa anakmu.’ Kemudian mereka menghadap kepada Nabi Dawud as. untuk minta keadilan, dan Nabi Dawud memenangkan perempuan yang lebih tua itu. Maka keduanya mengajukan permasalahannya kepada Nabi Sulaiman bin Dawud as. Kemudian Nabi Sulaiman bersabda: ‘Ambillah pisau dan aku akan membelah anak itu menjadi dua.’ Perempuan yang lebih muda berkata: ‘Janganlah engkau membelah anak itu, semoga Allah memberi rahmat kepadamu. Anak itu adalah anaknya.’ Kemudian Nabi Sulaiman memutuskan bahwa anak itu adalah anak perempuan yang lebih muda.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Mirdas al-Anshariy ra. ia berkata: Nabi saw. bersabda: “Orang-orang yang shalih akan pergi (meninggal dunia) satu persatu, sehingga yang tersisa hanyalah orang-orang yang seperti ampas gandum atau kurma, dimana Allah tidak akan menghiraukan mereka sedikitpun.” (HR Bukhari)
Dari Rifa’ah bin Rafi’ az-Zuraqiy ra. ia berkata: Jibril datang kepada Nabi saw. dan bertanya: “Bagaimanakah pandanganmu tentang orang-orang yang mengikuti perang Badar di antara kamu sekalian?” Beliau menjawab: “Mereka termasuk umat Islam yang paling utama.” Kemudian Jibril berkata: “Demikian pula malaikat yang mengikuti perang Badar.” (HR Bukhari)
Dari Ibnu Umar ra. ia berkata: Rasulullah saw. berabda: “Apabila Allah Ta’ala mendatangkan siksaan kepada suatu umat, maka siksaan itu menimpa seluruh orang yang ada di situ. Kemudian mereka akan dibangkitkan sesuai dengan amal perbuatan mereka masing-masing.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Jabir ra. ia berkata: Ada sebuah tonggak batang kurma yang biasa dijadikan tempat berdiri oleh Nabi saw. (sewaktu beliau berkhutbah). Ketika dibuatkan mimbar, kami mendengar suara dari tonggak itu seperti rintihan anak unta, sehingga Nabi saw. turun dan meletakkan tangannya pada tonggak itu lantas diamlah tonggak itu.”
Dalam riwayat yang lain dikatakan: “Ketika hari Jum’at tiba, Nabi saw. duduk di atas mimbar, kemudian menjeritlah batang kurma yang biasa beliau khutbah di atasnya, sehingga batang kurma itu nyaris terbelah.”
Dalam riwayat lain dikatakan: “Tonggak batang kurma itu menjerit seperti jeritan anak kecil. Kemudian Nabi saw. turun dan mendekapnya, lantas terdengarlah rintihan seperti rintihan anak kecil yang didiamkan dari tangisnya, sehingga tonggak itu diam.” Beliau bersabda: “Tonggak batang kurma itu menangis karena ia tidak akan mendengar khutbah lagi.” (HR Bukhari)
Dari Abu Tsa’labah al-Khusyanniy Jurtsum bin Natsir ra. dari Rasulullah saw. beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mewajibkan beberapa kewajiban, maka janganlah kamu menyia-nyiakan. Allah telah menetapkan beberapa batasan, maka janganlah kamu melanggarnya. Allah telah mengharamkan beberapa hal, maka janganlah kamu mengabaikannya. Allah diam terhadap beberapa hal adalah sebagai rahmat bagi kalian, bukan karena lupa. Oleh sebab itu janganlah kalian membicarakan lebih lanjut.” (HR Daruquthni dan lain-lain)
Dari Abdullah bin Aufa ra. ia berkata: Kami mengikuti tujuh kali peperangan di bawah pimpinan Rasulullah saw. kami semua makan belalang.”
Dalam riwayat lain dikatakan: “Kami makan belalang bersama-sama dengan Rasulullah saw.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda: “Orang mukmin tidak akan tersesat (terjerumus) dua kali dari lubang yang sama.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Ada tiga macam orang yang tidak diajak bicara oleh Allah kelak pada hari kiamat. Allah tidak melihat dan tidak menyucikan mereka dan mereka akan memperoleh siksa yang pedih: Orang yang mempunyai kelebihan air di tanah tetapi ia tidak memberi perantau (musafir) yang membutuhkan; orang yang menjual barang dagangan kepada orang lain sesudah Asar, ia bersumpah atas nama Allah bahwa ia mengambil barang dagangan dengan harga sekian, lalu ia menyedekahkan kepada pembeli, padahal kenyataannya bukanlah demikian; orang yang berjanji setia kepada seorang pemimpin hanya karena kepentingan duniawi, jika pemimpin itu memberinya harta dunia, maka ia memenuhi janjinya, tetapi jika pimpinan itu tidak memberikan apa-apa, ia pun tidak memenuhi janji.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Ibnu Mas’ud ia berkata: Nabi saw. bersabda: “Pertama kali yang diadili di antara kalian banyank urusan manusia pada hari kiamat nanti adalah masalah pertumpahan darah.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Malaikat itu diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah dijelaskan kepadamu.” (HR Muslim)
Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: “Budi perkerti Nabiyullah saw. adalah al-Qur’an.” (HR Muslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar