Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; al-Qur’an – hadits
Firman Allah: “Dan katakanlah: Ya Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (ThaaHaa: 114)
Firman Allah: “Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui.” (az-Zumar: 9)
Firman Allah: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Fathir: 28)
Dari Mu’awiyah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa dikehendaki oleh Allah menjadi baik, maka Dia memberikan kefahaman [ilmu] masalah agama.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Ibnu Mas’ud ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Tidak boleh hasud [dengki] kecuali dalam dua hal, yaitu terhadap orang yang diberi harta oleh Allah kemudian dia mempergunakannya untuk membela kebenaran, dan terhadap orang yang diberi ilmu pengetahuan oleh Allah kemudian ia mengamalkannya dan mengajarkannya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Musa ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang diberikan Allah kepadaku, bagaikan hujan yang menimpa bumi. Maka sebagian tanah ada yang baik [subur], lalu tumbuhlah tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Ada pula tanah yang kering tetapi bisa menyimpan air, lalu Allah memberikan manfaat kepada manusia, mereka bisa minum dari air itu, memberikan minum ternak dan bertani. Ada lagi air yang menimpa bagian bumi lain yang datar dan lunak yang tidak dapat menyimpan air dan tidak dapat menumbuhkan tumbuhan. Demikianlah perumpamaan orang alim dalam masalah agama dan mengerjakannya dan perumpamaan orang yang tidak dapat menerima petunjuk Allah yang ditugaskan kepadaku.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Sahl bin Sa’ad ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda: “Demi Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang dengan perantaraanmu, itu lebih baik daripada unta merah [hak milik orang yang paling berharga].” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda: “Sampaikanlah [ilmu] dariku meski hanya satu ayat, dan boleh saja kalian menceritakan dari bani Israil [boleh untuk diambil pelajaran]. Dan barangsiapa mendustakan atasku [mengatas namakan suatu pembicaraan kepada Nabi, padahal beliau tidak menyabdakannya] dengan sengaja, maka sebaiknya ia meletakkan tempat duduknya di neraka.” (HR Bukhari)
Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkan bagi orang itu karena ilmu tersebut jalan menuju surga.” (HR Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mengajak kepada jalan yang baik, maka ia mendapat pahala sebanyak pahala orang yang mengikutinya [mengikuti ajakannya] tanpa mengurangi pahala mereka sendiri sedikitpun.” (HR Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Apabila anak Adam [manusia] mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang selalu mendoakannya.” (HR Muslim)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Dunia dan segala isinya adalah terkutuk kecuali dzikir dan taat kepada Allah Ta’ala, serta orang alim dan orang yang belajar.” (HR Turmudzi)
Dari Anas ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa keluar dengan tujuan menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali.” (HR Turmudzi)
Dari Abu Sa’id al-Khudriy dari Nabi saw. beliau bersabda: “Seorang mukmin tidak akan merasa kenyang untuk berbuat kebaikan, sehingga akhir tujuannya adalah surga.” (HR Turmudzi)
Dari Abu Mumamah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Kelebihan orang alim terhadap orang yang ahli ibadah [tetapi tidak alim], seperti kelebihanku terhadap orang yang paling rendah di antara kalian.” Kemudian Rasulullah saw. meneruskan sabdanya: “Sesungguhnya Allah, malaikat serta penghuni langit dan bumi sampai-sampai semut yang ada di sarangnya dan juga ikan, senantiasa memintakan rahmat untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR Turmudzi)
Dari Abu Darda’ ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Dan sesungguhnya malaikat membentangkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena puas dengan yang diperbuatnya, dan bahwasannya penghunii langit dan bumi sampai ikan di lautan memintakan ampunan kepada orang yang pandai. Kelebihan orang alim terhadap ‘abid [orang yang ibadah tetapi tidak ‘alim], bagaikan kelebihan bulan purnama terhadap bintang-bintang yang lain. Sesungguhnya ulama adalah perwaris nabi, dan bahwasannya para Nabi tidak mewarisi dinar, dan dirham, tetapi para Nabi mewariskan ilmu pengetahuan. Maka barangsiapa mengambil [menuntut] ilmu, maka ia telah mengambil bagian yang sempurna.” (HR Turmudzi)
Dari Ibnu Mas’ud ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Semoga Allah memberi cahaya yang berkilauan kepada seseorang yang mendengar sesuatu dariku, kemudian ia menyampaikannya sebagaimana yang telah ia dengar, karena banyak orang yang disampaikan kepadanya [sesuatu itu] lebih menghayati daripada orang yang mendengarnya sendiri.” (HR Turmudzi)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu kemudian ia menyembunyikannya [tidak mau menjawab dengan sebenarnya], maka kelak di hari kiamat ia akan dikendalikan dengan kendali dari api neraka.” (HR Abu Dawud dan Turmudzi)
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang mempelajari ilmu pengetahuan yang semestinya bertujuan untuk mencari ridla Allah ‘Azaa wa Jalla, kemudian dia memperlajarinya dengan tujuan hanya untuk mendapatkan kedudukan /kekayaan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan baunya surga kelak pada hari kiamat.” (HR Abu Dawud)
Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh, Allah tidak akan mencabut ilmu dari manusia begitu saja. tetapi Allah mencabutnya dengan mengambil [mewafatkan] orang-orang yang berilmu, sampai tidak lagi tersisa seorang alim pun, lalu menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin. Para pemimpin yang bodoh itu ditanya, lalu ia memberikan fatwa tanpa dasar ilmu sehingga mereka sesat dan menyesatkan.” (HR Bukhari dan Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar