Minggu, 20 Oktober 2013

Tata Cara/Adab Tidur

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; hadits-hadits

Dari al-Barra’ bin Azib ra. ia berkata: Apabila Rasulullah saw. berada di tempat tidurnya dan hendak tidur, maka beliau miring ke sebelah kanan kemudian membaca: “AllaaHumma aslamtu nafsii ilaika wawajjaHtu wajHii ilaika wa fawwadl-tu amrii ilaika wa alja’tu dhaHrii ilaika. Raghbataw wa raHbatan ilaika. Laa malja-a wa laa manjaa illaa ilaika. Amantu bikitaabikalladzii anzalta wa nabiyyikal ladzii arsalta.” (Ya Allah, saya menyerahkan diriku kepada-Mu, menghadapkan mukaku kepada-Mu, dan menyandarkan punggungku kepada-Mu, dan menyerahkan semua urusan kepada-Mu dengan penuh harap dan rasa takut kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari siksaan-Mu kecuali hanya kepada-Mu. Saya beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan (beriman) dengan nabi-Mu yang Engkau utus.” (HR Bukhari)

Dari al-Barra’ bin Azib ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda kepadaku: “Apabila kamu hendak tidur maka berwudlu-lah lebih dulu seperti wudlumu untuk shalat. Kemudian berbaringlah pada pinggangmu yang kanan dan bacalah doa ini (yaitu sama dengan yang telah disebutkan di atas ini). Dalam hadits ini Nabi saw. juga bersabda: “Jadikanlah bacaan doa ini sebagai akhir dari semua perkataanmu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah ra. ia berkata: Nabi saw. biasa mengerjakan shalat malam sebelas rakaat, dan jika fajar telah menyingsing maka beliau shalat dua rakaat yang tidak terlalu lama, kemudian berbaring pada pinggang sebelah kanan sampai muadzin datang mengumandangkan adzan shubuh.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Hudzaifah ra. ia berkata: Apabila Nabi saw. hendak tidur pada waktu malam, maka beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya, kemudian berdoa: “AllaaHumma bismika amuut wa ahyaa” (Ya Allah, atas nama-Mu saya mati dan saya hidup). Dan apabila bangun, beliau berdoa: “Alhamdu lillaaHilladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaiHin nusyuur.” (Segala puji bagi Allah Dzat yang menghidupkan kami sesudah mematikan kami, dan hanya kepada-Nya lah kami dibangkitkan.) (HR Bukhari)

Dari Ya’isy Thaikhfah al-Ghifariy ra.ia berkata: ayah saya berkata: “Pada waktu saya tiduran menelungkup di dalam masjid tiba-tiba ada seseorang yang menggerakkan saya dengan kakinya dan berkata: ‘Tidur semacam ini adalah tidur yang dimurkai (dibenci) oleh Allah.’ Dan ketika saya lihat, ternyata orang itu adalah Rasulullah saw.” (HR Abu Dawud)

Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah saw. beliau bersabda: “Barangsiapa yang duduk dalamsuatu majelis kemudian ia tidak dzikir kepada Allah Ta’ala, maka ia akan mendapatkan kerugian di hadapan Allah. Dan barangsiapa yang berbaring kemudian ia tidak bedzikir kepada Allah Ta’ala, maka ia juga akan mendapatkan kerugian di hadapan Allah.” (HR Abu Dawud)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar